Indahnya Fenomena Alam Batu Cave Kuala Lumpur


Setelah menikmati keseruan di Universal Studio Singapore dari pagi hingga malam hari, kami kembali ke Kuala Lumpur dengan Sleeper Train Senandung Sutera dan menikmati malam panjang dalam tidur nyenyak sembari memeluk bantal dan berselimut tebal karena dinginnya udara AC. (baca: Serunya Atraksi Permainan di Universal Studio Singapore)


Setibanya di KL Sentral., kami bertemu dengan Backpacker Indonesia asal Bandung. Memilki tujuan yang sama, kami menitipkan barang di KL Sentral dalam satu loker yang sama lalu bergegas menuju Batu Cave mumpung hari masih pagi.

Menuju Batu Cave dari KL Sentral

Berangkat dari KL Sentral dengan KTM Commuter Line Port dengan harga cuma RM2 atau sekitar Rp 7.000,- untuk jarak yang lumayan jauh, kami pun tiba di Stasiun Batu Cave.

Jarak dari Stasiun ke Batu Cave hanya sekitar 100 meter saja ke lokasi gua. Di lokasi ini sering diadakan upacara keagamaan umat Hindu maupun upacara pernikahan. Untungnya, ketika kami kesana, ada sepasang pengantin India yang akan melangsungkan pernikahan. Masih sempat mengabadikan momen itu berfoto bersama pengantin. (Sekali lagi, tidak ada bau badan disini).

Nuansa Eropa di halaman Batu Cave India

Suasana di Batu Cave ini menyajikan pandangan yang menarik dengan adanya ribuan burung dara yang hinggap, membuat kamu bagaikan sedang di Eropa. Kamu bisa loh memberikan makanan ke burung-burung itu dan ratusan burung akan berkumpul di sekitar kamu dan waktunya mendokumentasikan momen itu.

Batu Caves Kuil didedikasikan bagi Dewa Murugan (Dewa Perang)

Batu Cave merupakan goa kapur yang membentuk goa yang kini digunakan sebagai kuil bagi umat beragama Hindu. Batu Cave dengan ketinggian sekitar 100 meter ini didedikasikan bagi Dewa Murugan (Dewa Perang) yang berdiri tegak setinggi 42.7 meter didepan Batu Cave.
Patung Murugan di Batu Cave merupakan patung Murguan tertinggi di dunia yang dilapisi cat berwarna emas yang khusus didatangkan dari Thailand. Batu Cave menjadi daya tarik wisata yang terkenal di kuala Lumpur dan menjadi tempat utama diadakannya festival Thaipusam di Negara Malaysia.

Siap-siap menaiki 273 Anak Tangga ke Mulut Gua Batu Cave

Salah satu wanita yang duduk di dekat anak tangga pertama memanggil saya dan memasangkan syal yang saya kenakan di pinggang. Bagi umat Hindu, Batu Cave adalah tempat sakral, oleh karena itu pengunjung wanita diwajibkan mengenakan rok panjang atau sarung.

Mhh..mengingatkan Cerita Travel ketika berada di Uluwatu Bali, Indonesia

Dan langkah pertama pun dimulai dari 272 anak tangga yang akan dinaikin menuju mulut gua. Hari masih pagi dan udara cukup segar ditambah banyaknya pohon rindah disekitar gua, jadi bau badan yang belum mandi ini pun terasa adem sedikit. Sepanjang anak tangga banyak kami temukan kera putih disana. Kera putih dianggap sakral oleh umat beragama Hindu.



Suasana di dalam Batu Cave

Akhirnya kami sampai di puncak tangga gua batu cave yang adalah mulut gua batu ini. Cukup banyak turis yang datang ke tempat ini dan ada banyak etnis India melakukan berbagai ritual agama.  Gua batu ini cukup besar dan dindingnya  menawan menambah keindahan fenomena alam batu cave.

Jika menatap ke atas, kita bisa melihat lubang terbuka melingkar dimana terlihat pohon dan langit diatasnya, sungguh indah melihatnya.

Terdapat banyak patung-patung dewa/dewi di berbagai titik dan sudut dinding goa ini. Berjalan lebih jauh, kami menemukan anak tanggak menuju goa berikutnya yang suasananya lebih terang.Disini kami melihat kuil Hindu yang lebih besar. Dan sekeliling gua ini terdapat banyak batu kapur yang menggantung begitu cantiknya.


Di bagian atap gua kedua ini kami bisa melihat pohon rimbun tumbuh membuat cahaya matahari yang masuk terlihat indah bersinar terpecah. Karena Cerita Travel penyuka alam, maka tempat ini cukup membuat terpesona dengan keindahan alam gua batunya. Udara di Batu Cave tidak begitu segar, mungkin diakibatkan oleh ratusan burung dara berada di lokasi dalam dan luar batu cave.

Kolam Ikan nuansa Jepang di luar Batu Cave.

Di luar lokasi kuil terdapat kolam yang ditata dengan cantik dengan pohon rimbun di sekelilingnya dan jembatan kecil membuat lokasi kolam ini tampak seperti suasana di Jepang. Setelah menikmati keindahan alam Batu Cave, akhirnya kami kembali ke Kuala Lumpur menuju Hotel untuk mandi, tidur dan bersantai sejenak di Hotel dekat Masjid Jamek Berada.

Untuk Cerita Travel ke Masjid Jamek, Pasar Seni dan China Town ditunggu yah ceritanya....







2 comments:

  1. Mbak Riaaaa, kapan ke Malaysia lagi? gantian saya diajak gitu hehe

    ReplyDelete
  2. Evrina, Ayokk, kayaknya kalau travel ke malaysia boleh pengen ke langkawi nih spertinya, ayok ayokkk

    ReplyDelete

Powered by Blogger.