Pesona Danau Toba dan Kekayaan Seni Budaya Batak


Pemandangan Danau Toba dari  Salah Satu Resort di Tuktuk
Karya Seni dan Budaya Batak di Karnaval Danau Toba, Mantap.. !!

Horas..! 

Puncak perayaan Kemerdekaan RI di Danau Toba  pada tanggal 21 Agustus 2016,  berlangsung sangat meriah. Karnaval Budaya sepanjang 3.5 kilometer ini dihadiri Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dengan ribuan pengunjung yang menonton sepanjang jalan.

Kain Ulos yang merupakan kain tenun hasil khas Batak tampak cantik mewarnai barisan peserta karnaval Danau Toba. Barisan Ulos sepanjang 500 meter yang dibawa oleh 224 Kepala  Desa dari 7 Kabupaten di kawasan Danau Toba ini, mendapat Rekor MURI sebagai Ulos Terpanjang di Dunia. Waw!

Salah satu fenomena dampak positif dari Karnaval besar ini adalah, banyaknya generasi baik tua dan muda di seluruh penjuru tanah air,  khususnya masyarakat Sumatera Utara yang mulai menggali sendiri tentang budaya sendiri.


Dari 10 Destinasi Wisata Prioritas, Danau Toba merupakan salah satu tempat wisata yang semakin gencar dipromosikan dan dibenahi infrastrukturnya oleh Pemerintah Indonesia. 10 destinasi wisata prioritas Pemerintah tersebut adalah;  Danau Toba, Wakatobi, Morotai,  Labuan Bajo, Mandalika, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung,  Bromo-Tengger-Semeru, Borobudur dan Kepulauan Seribu.

Danau Toba menyimpan potensi wisata besar mendekat sempurna, mulai  dari kekayaan pesona alam pegunungan, danau, seni, tarian tradisional, musik, adat istiadat, sejarah, budaya serta kuliner bisa didapatkan dalam satu waktu perjalanan wisata. 


Danau Toba Terluas di Asia Tenggara

Kecantikan Pesona Alam Danau Toba Indonesia
Danau Toba  memiliki Pulau Vulkanik yaitu Samosir sepanjang 100 km dan lebar 30 km, menjadikannya bagai  Lautan.

Letusan supervolcano Gunung Toba sekitar 73.000-75.000 tahun yang silam membentuk Kaldera raksasa yang terisi air. Letusan super dahsyat ini memusnahkan jutaan spesies makhluk hidup di  bumi dan menebarkan debu vulkanik hingga ke kutub utara.

Tekanan magma kuat yang belum sempat keluar membentuk sebuah pulau yaitu Pulau Samosir yang berada pada ketinggian  1000 meter di atas permukaan laut.



Pesona Wisata dan Budaya Danau Toba

Bermain gitar di Kapal dari Danau Toba
Kota Parapat berada tepat di pinggir Danau Toba dan  menjadi  pintu Gerbang menuju Pulau Samosir. Parapat merupakan tempat yang paling ramai dikunjungi oleh para wisatawan baik lokal maupun mancanegara dimana banyak Hotel maupun penginapan menanti para wisatawan.

Ada banyak aktivitas yang bisa dilakukan di pinggir Danau Toba seperti; ski air, kano, motor boat, berenang dengan ban air, dan lain-lain . 

Sementara itu, untuk menuju Pulau Samosir, Pengunjung bisa menggunakan kapal Feri dari Pelabuhan Tiga Raja menuju Tuktuk Siadong dan Tomok.

Butuh waktu sekitar 30 menit menuju Pulau Samosir dan kamu bisa menikmati keindahan Danau Toba dan perbukitan yang indah menghijau dengan sentuhan kabut putih lembut.

Tempat menarik lainnya yang ramai dikunjungi wisatawan adalah Huta Siallagan (Huta = Kampung) yang terletak di Desa Ambarita. Huta Siallagan dikelilingi oleh tembok batu setinggi 1 hingga 2 meter.

Di perkampungan Siallagan berdiri rumah - rumah tradisional Batak Toba yaitu Rumah Bolon. Di desa ini, pengunjung juga bisa menikmati suguhan menarik seperti musik dan tarian dan atraksi tari boneka kayu si gale-gale. 

Tari Tor-tor merupakan tari tradisional Batak yang diiringin dengan alat musik gondang  yang  digunakan sebagai tarian menyambut para turis. Kamu juga bisa melihat berbagai peninggalan Raja - Raja dan sejarah batak melalui Museum Batak.

Huta Siallagan di Desa Ambarita
Oh ya, di Huta Siallagan, wisatawan akan melihat ada sebuah tempat yang dinamakan "Batu Parsidangan". Batu Parsidangan adalah deretan kursi batu bersusun melingkar dengan meja batu di tengah-tengahnya yang digunakan sebagai tempat persidangan terhadap orang-orang yang bersalah.

Apabila terbukti melakukan kesalahan ringan, maka akan dihukum pasung. Apabila kesalahan berat, maka akan dibawa ke batu parsidangan kedua sekitar 20 meter untuk dipenggal kepalanya di hadapan Raja dan penduduk.


Kerajinan Penduduk Lokal



Toko Souvenir di Tomok

Berbagai toko souvenir hasil kerajinan seni penduduk Pulau Samosir bisa ditemukan Pasar Tomok. Disini Kita bisa melihat kerajinan dari anyaman seperti tas, dompet. Ada juga souvenir alat-alat musik khas Batak dari kayu seperti gondang, seruling. Berbagai lukisan atau pernak pernik pajangan  yang memiliki hubungan dengan sejarah Batak.

Oh ya selain itu, disini juga ada banyak menjual tenunan kain Ulos, Pasmina, T-Shirt, dan lain-lain. Kamu bisa bebas memilih membeli untuk dipakai sendiri atau untuk dijadikan cenderamata.

Tak lupa untuk membeli buah mangga kecil yang rasanya sangat manis berkulit tipis yang banyak dijual di pinggir jalan kawasan wisata. Di beberapa desa di kawasan  Danau Toba sendiri,  memang ada banyak tumbuh subur pohon mangga dengan rasa buah yang mhh....syiuukk, wuenak sekali..!




Mengenal Penduduk Asli Pulau Samosir

Masyarakat yang tinggal di Pulau Samosir, Danau Toba adalah asli penduduk dengan Etnis Suku Batak Toba.  Suku Batak sendiri terbagi atas 5 etnis loh yaitu:  Batak Toba, Batak Simalungun, Batak Karo, Batak Pakpak dan  Batak Mandailing (Angkola).   Unikmya masing-masing Etnis ini pun memiliki bahasa, seni dan budaya yang beragam pula.

Presiden Joko Widodo di Karnaval Pesona Danau Toba
Konon Raja Sidabutar lah disebut sebagai orang pertama yang tiba dan menginjakkan kaki di Pulau Samosir.

Suku Batak ditandai dengan adanya marga bagi setiap warganya. Marga pria menjadi marga pembawa pada generasi berikutnya. Marga ini jugalah sebagai tatanan keteraturan adat dan silsilah pada masyarakat Batak.



Suku Batak Toba memiliki 3 falsafah hidup yang dipegang kuat oleh setiap generasinya, yaitu:

1. Somba Marhula-hula
Hula-hula dalam masyarakat batak merupakan keluarga dari pihak istri dan mendapatkan tempat khusus dan dihormati dalam kehidupan dan adat batak

2. Manat Mardongan Tubu
Dongan Tubu artinya adalah mereka yang terlahir dari satu marga, sebagaimana keluarga sendiri mereka harus saling perduli dan menopang satu sama lain.

Oh ya, dalam budaya batak, mereka yang satu rumpun marga tidak diperbolehkan secara adat istiadat untuk menikah. Selain itu bagi wanita batak tidak boleh menikah dengan pria yang semarga dengan ibunya.

Wah, unik yah,  kalau begitu orang batak, tidak sembarangan jatuh cinta dong.
Kalau dilihat dari sisi Positif dihubungkan dengan suku batak yang erat  memegang kekerabatan, tentunya pernikahan dengan kelompok marga lain akan menambah keluarga.

3. Elek Marboru
Berlaku baik dan mengasihi pihak boru (pihak perempuan), walaupun dalam adat batak Parboru bertempat sebagai posisi paling rendah yaitu  melayani.

Ternyata sangat menyenangkan belajar tentang budaya dan keunikannya masing-masing. Semakin mengenal, kita semakin melihat kekayaan keragaman budaya Indonesia.  Yuk, nikmati perjalanan wisata ke Danau Toba dan berkenalan dengan penduduk lokal disana. Horas...!


                                      baca: Ini12 Tempat Wisata Menarik di Sumatera Utara



17 comments:

  1. Danau Toba akan dikembangkan jadi destinasi unggulan tuh.. semoga tambah indah..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Indahnya Danau Toba masih tetap sama..hee, tepatnya akomodasi & infrastruktur dll smakin lebih mantap.. :)

      Delete
  2. Dari 10 destinasi, saya yang udah pernah ke Bromo dan Borobudur aja :"D
    Pengen ke Danau Toba juga jadinya, mbak :D Asyik ya ke suatu tempat sambil mempelajari budayanya gini. Horassss !

    ReplyDelete
    Replies
    1. Perjalanan budaya memang akan selalu menjadi pengalaman yg menarik... Yuk ke Danau Toba..he :)

      Delete
  3. Sedari dulu saya kepengen banget ke Danau Toba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau gitu sudah waktunya travel nih ke Danau Toba dan jangan lupa di ceritain pengalamannya heee. :)

      Delete
  4. Replies
    1. Ke Danau Toba bisa wisata gunung, bahari dan tentunya budaya...! :)

      Delete
  5. Saya baru tahu yang manat mardongan tubu itu, punya tetangga batak dan teman nggak pernah denger soal adat pernikahan ini, beda kali ya jelas bukan batak toba. Dan iya ya, kalau jatuh cinta gimana eng ing eng, mikir kesana juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahh....soal cinta yahh..mhhh.... Cinta oh cinta...iya, masing2 kategori batak punya keteraturan yg berbeda... Tepatnya bukan adat pernikahan, tapi keteraturan kekerabatan mgkn yg ditentukan dr marga. :)

      Delete
  6. asliii. aku pengen banget dari dulu ke Toba dan Huta Siallagan. kapan bisa kesana yaa.
    duhh mupeng

    btw, makasih mba sudah follow twitter saya :)
    salam blogger yaa :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yupe..mari atur rencana travelingnya ke danau toba nan biru.. 😊

      Delete
  7. Salam kenal ya... saya juga jatuh cinta sama pesona danau Toba. Pingin bikin balik lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal susan....pengen balik lihat keindahan danau toba atau mau makan mangganya? :)
      Yupe, kita juga pengen lagihh..

      Delete
  8. Aku dua kali ke Medan tapi malah belum kesampean ke Danau Toba mba. Mogaa bisa berkunjung ah :)

    ReplyDelete
  9. 2 x ke sumatera utara,, aku belum pernah menyaksikan langsung adat budaya dari suku batak. baik saat mereka berpesta kebahagiaan maupun adat kemalangan..padahal pengen banget melihatnya..

    ReplyDelete

Powered by Blogger.