The Jim Thompson House Museum di Bangkok, Thailand

Perjalanan ke Museum Jim Thomson Bangkok, Thailand

Wisata Bangkok dan Misteri Hilangnya Jim Thompson

CeritaTravel - Hari ke-3 perjalanan ke Bangkok - Thailand, The Jim Thompson House adalah salah satu tempat yang akan Kami kunjungi yang terdaftar dalam itinerary perjalanan ini.

Sepulang dari Madam Tussauds di Siam Disovery, kami kemudian berangkat menuju Museum Jim Thompson dengan hanya berjalan kaki. Lagi-lagi di tengah jalan kami terhenti karena melihat juice buah yang tampak segar. Sembari menikmati rasa dingin juice, kami melanjutkan perjalanan menuju Jim Thompson.

Ketika tiba di jalan gang di sebelah kanan menuju Jim Thompson, ternyata disana sudah tersedia fasilitas antar jemput gratis untuk setiap pengunjung. Wah lumayan!

Tiba di Jim Thompson, Kami membayar tiket masuk seharga 150 bath atau sekitar Rp 57rb. Awalnya kami berpikir masuk ke Jim Thompson Museum tidak perlu membayar tiket masuk alias FREE.

Yah, tapi sudahlah, mungkin benar tiketnya gratis, tapi tidak untuk  Tour Guide nya. LOL.
Oh ya Tour Guide tersedia dalam berbagai bahasa seperti Bahasa Inggris, Jepang, Perancis. Nah, karena ternyata antrian pemandu berbahasa Inggris harus menunggu lama sekitar 40 menit, akhirnya Kami meminta kepada petugas agar ikut dengan pemandu bahasa mandarin, namun ternyata tidak tersedia juga, sementara Kami sudah memiliki itinerary favorit di jam berikutnya. So, gimana?

Believe or not?  Kami pun ikut pemandu Bahasa Perancis yang akan mulai Tour The Jim Thompson House. Anyway, guys, setiap pengunjung diwajibkan harus dengan Pemandu, why? Selain menjelaskan setiap detail sudut, bagian dalam rumah ini tidak bisa difoto atau bahkan disentuh, Karena itulah, Pemandu juga bertugas sebagai pengawas terhadap perabot dalam rumah ini.

Jadi penting nih buat para traveler, untuk boleh cari tau dulu informasi tempat wisata yang kamu kunjungi. Jadi tak apa kan, jika ikut Pemandu Bahasa Perancis? lol

Alasan kuat lainnya, sebenarnya adalah itinerary favorit dalam perjalanan ke Bangkok ini, yaitu "The Throne Hall Ananta Samakhom"

The Jim Thompson House Museum adalah rumah kediaman James H.W Thompson yang merupakan seorang pengusaha yang berasal dari Amerika Serikat. Jim Thompson sendiri dikenal sebagai "The Legendary of American Thailand".

Jim Thompson memiliki jasa besar terhadap pembangunan negara Thailand. Beliau juga dianugerahi "The Order of White Elephant" atas jasa-jasanya sebagai warga negara asing yang banyak membantu dan memajukan pembangunan ekonomi Thailand.

Kisah Perjalanan Hidup Jim Thompson

Jim Thompson atau James Harrison Wilson Thompson dilahirkan di Greenville, Delaware pada tahun 1906. Dia bersekolah di sekolah umum di Wilmington dan kuliah di Universitas Princeton tahun 1924 - 1928.

Pada perang dunia ke-2, Jim Thompson ikut menjadi sukarelawan untuk tentara Angkatan Darat Amerika Serikat dan ditugaskan di Office of Strategic Service disingkat "OSS" yang menjadi cikal bakal terbentuknya CIA. Hal ini membuat Jim Thompson kerap melakukan perjalanan ke dunia internasional dan hal inilah menjadi titik awal perjalanan hidup Jim Thompson.

Perang berakhir ketika Jim sedang berada di Bangkok dan dia ditarik kembali ke Amerika Serikat. Namun, ternyata Jim sudah terlanjur jatuh hati  dengan Thailand dan tertarik untuk mendorong pembangunan Thailand lewat potensi bisnis yang besar yang bisa dikembangkan di negara ini.
Lama tinggal di Thailand, akhirnya Jim Thompson memutuskan untuk tinggal secara permanen dan mengembangkan Pabrik Sutera di Bangkok yang sangat terkenal dari Thailand.  

Jim Thompson Menghilang di Tanah Malaysia dan Tak Pernah Kembali

Namun, sesuatu yang tragis terjadi pada awal tahun 1967, dimana saat itu, Jim Thompson pergi berlibur dengan teman-temannya ke dataran tinggi Cameron Malaysia. Ketika dia berjalan keluar di sekitar Hutan, itulah masa dimana Jim Thompson tidak pernah kembali lagi. Hal ini menimbulkan banyak spekulasi, apakah Jim diculik atau dibunuh. Namun, pada tanggal 26 Maret 1967, Jim Thompson akhirnya dinyatakan hilang. 

Rumah Kediaman Jim Thompson Menyimpan Sejuta Kenangan

Sekarang, tinggallah rumah peninggalan Jim Thompson menjadi kenangan dan menceritakan kehidupan sosok Jim Thompson.


Jim Thompson, ia tak pernah berhenti untuk dibicarakan. Karya dan jasa besarnya terhadap masyarakat Thailand sungguh tak terlupakan.  Jiwa seni arsitekturnya terlihat dalam desain Rumah Tradisional Thailand dari Kayu Jati asli yang sebagian diangkut dari Ayutthaya. Rumah ini menjadi saksi kisah hidup Jim Thompson. Di rumah ini pengunjung bisa meliahat ruang bersantai, istirahat, berdoa, ruang makan, dapur, sangat memberi kesan mendalam bagi para pengunjung.


Kini, kediaman peninggalan Jim Thompson telah menjadi museum dan juga tempat souvenir menjual sutra hasil dari produksi Pabrik Sutera milik Jim Thompson.

Jim Thompson House memiliki 6 bangunan Tradisional dikelilingi taman yang bersih dan rapi. Kondisi yang terawat, membuat rumah Jim Thompson terlihat seperti rumah tinggal biasa yang masih ditinggal penghuninya.


Rumah kayu bergaya Thai dengan memasukan unsur modern di bagian interiornya begitu sangat menarik.  Seluruh bagian dalam rumah ini tertata dengan rapi dan bersih seperti; keramik, lemari, guci, ukiran, lukisan, kamar tidur, ruang bersantai, kursi kayu, kursi sofa, archa, lemari buku, peralatan dapur, ruang makan, dll.   Namun, Pengunjung tidak boleh menyentuh perabot yang sebagian merupakan peninggalan antik. Aktifitas fotografi pun juga dilarang di dalam rumah, kecuali beberapa bagian diijinkan untuk difoto.


Sampai saat ini Jim Thompson menjadi salah satu tempat yang ramai dikunjungi para wisatawan yang traveling ke Bangkok. Setelah melihat sejarahnya, Anda akan larut membayangkan suasana bagaimana Jim Thompson beraktifitas selama di rumahnya sebelum ia hilang dan tak kembali, sungguh sangat mengharukan.


Rumah Jim Thompson yang terbuat dari Kayu Jati ini dikelilingi oleh tanaman hias dan pepohonan hijau segar serta bagian belakang menghadap ke sungai, sungguh rasanya asri sekali dan terasa suasana pedesaaannya. 

Cara menuju Jim Thompson:

Selama di Thailand, banyak tempat wisata yang kami kunjungi dengan berjalan kaki. Kebetulan, kami menginap di salah satu Hotel di Pratunam.

Jadi dengan berjalan kaki, Kami menju Siam Discovey lalu ke Jim Thompson. Awalnya Kami ingin menggunakan Taxi, namun hampir semua Taxi tidak mau Go Meter karena jarak yang terlalu dekat, dan mereka mematok langsung dengan harga 200 bath atau sekitar Rp 78.000,-

Jim Thompson House buka setiap hari mulai pukul 09.00-17.00 dengan tiket masuk seharga 150 bath atau sekitar Rp 57 ribu  saja.  Dari Jim Thompson House Museum, Kami melanjutkan perjalanan ke Vimanmek Mansion. [ Perjalanan Cerita Travel Meliaht Istana Vimanmek Mansion dari Ribuan Kayu Jati Terbesar di Dunia]

So, buat teman-teman yang liburan ke Bangkok jangan lupa mampir ke Jim Thompson yah dan ceritakan perjalanan kamu.

Salam Traveling..! 


Baca: Tips dan Biaya Perjalanan 4H3M di Bangkok Thailand

Video Singkat "My First Trip to Bangkok, Thailand"

3 comments:

  1. sawa dikab... hehe.. udh lama banget ke Thailand..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alam: Udah jalan-jalan ke Jim Thompson lom?

      Delete
  2. Minta no wa nya boleh? Saya rencana ke thailand bln juli

    ReplyDelete

Powered by Blogger.