Halloween, Tradisi Merayakan Arwah dan Kegelapan




Halloween,  Tradisi Merayakan Arwah dan Kegelapan

Halloween merupakan sebuah perayaan yang unik di dunia, mengapa? Ya, tentu saja, perayaan ini menjamur begitu luas menembus lintas agama dan budaya. Bahkan, ada banyak orang yang merayakan untuk tujuan bersenang-senang semata tanpa peduli latar dan tujuan perayaan tersebut. 

Salah satu negara yang paling meriah merayakannya adalah negara Amerika Serikat. Tak tanggung-tanggung, Haloween pun menjadi hari libur komersial paling meriah setelah Natal, dimana Anda bisa menemukan banyak pertunjukan seperti band, sirkus maupun pesta kostum.

Negara-negara lain yang tak kalah meriah merayakan Halloween, adalah Irlandia, Kanada, Selandia Baru, Britania Raya, Swedia, Jepang, dan  negara-negara latin. Uniknya , banyak negara di dunia 'ikut-ikutan' merayakan Halloween ini dengan cara sendiri dengan satu alasan singkat, yaitu "kesenangan".  Entahlah, kalau ada nuansa 'kekinian' merayakannya. Lantas, bagaimana dengan mereka yang tidak merayakan?

Mengenal Asal Mula Halloween

Halloween dipercaya berawal dari sebuah Tradisi Festival Samhain atau perayaan Akhir Musim Panas saat Panen Akhir yang dilakukan entnis Gael,  Irlandia kuno. Kaum Kelt percaya bahwa, malam itu akan terbuka pembatas antara dunia orang mati dan orang hidup dan dapat  membahayakan kehidupan manusia termasuk  merusak hasil panen.

Perayaan Halloween dilakukan saat petang kala matahari mulai terbenam pada tanggal 31 Oktober hingga larut malam tanggal 1 November. Etnis Gael akan menggunakan topeng, melukis wajah meyerupai roh jahat,  sebagai trik agar tidak diganggu arwah-arwah tersebut dengan berpura-pura masuk dalam kelompok mereka.  

Ada juga yang meyakini bahwa, roh-roh jahat akan keluar pada malam hari dan akan mulai membalaskan dendamnya semasa hidup kepada orang-orang tertentu. Oleh karena itulah, mereka yang masih hidup mengenakan topeng atau melukis wajah mereka dengan tujuan agar tidak dikenali oleh arwah tersebut.

Apa saja yang dilakukan saat Halloween?

Ada berbagai kegiatan yang dilakukan selama perayaan Halloween seperti; mendekorasi rumah tampak remang dan menakutkan, membuat halaman rumah seperti kuburan dengan banyak batu nisan, membuat patung atau boneka menyeramkan. Selain itu, aktifitas memahat labu menjadi wajah yang menyeramkan juga dilakukan dengan menaruh lentera atau lilin di dalamnya dan juga bertindak menjadi Jack o' lattern. Kegiatan lainnya adalah seperti menyalakan api unggun, cerita menakutkan, mengunjungi atraksi atau tempat-tempat berhantu, pesta kostum, kegiatan tenung, ramalan, trick or treat, dan banyak lagi.

Apakah benar Halloween salah satu perayaan umat Kristiani? 


Banyak yang menghubungkan Perayaan Halloween dengan Kekristenan yang disebut "Hari Orang Kudus" atau arwah-arwah yang meninggal. Awalnya, ada yang beranggapan bahwa tradisi perayaan Haloween dianggap sebagai pengalihan kepercayaan kepada Kekristenan yang dilakukan pada orang-orang Pagan saat Festival Keagamaan. Kaum Kelt atau Etnis Gael merayakan Sahmain pada festival dimana mereka percaya bahwa arwah-arwah yang sudah meninggal atau para peri dengan mudah bisa berpindah ke dunia orang hidup pada malam itu. Namun, apakah benar Kekristenan seperti itu?

Namun, jika menilik kepada Bible dari buku Deuteronomy 18:10-11,  dikatakan dengan tegas: "......here shall not be found among you anyone who makes his son or daughter pass through the fire [as a sacrifice], one who uses divination and fortune-telling, one who practices witchcraft, or one who interprets omens, or a sorcerer, or one who casts a charm or spell, or a medium, or a spiritist, or a necromancer [who seeks the dead]. For everyone who does these things is utterly repulsive to the LORD;... " Dimana dengan serius dikatakan bahwa tindakan  petenung, ramalan, membaca nasib atau bertanya kepada arwah adalah tindakan kekejian bagi Allah pencipta manusia. So, Perayaan Halloween tetaplah bukan perayaan umat Kristiani, namun hanya pada tradisi yang meluas dari golongan tertentu.

Okeh..! kita lanjut lagi. Kini, bentuk perayaan Haloween semakin berkembang,  baik cara perayaan maupun kostum-kostum yang digunakan. Kalau sebelumnya menggunakan kostum arwah, zombie, badut seram, atau karakter jahat lainnya, kini banyak yang mengenakan kostum kebalikannya seperti berbagai karakter baik dalam film, contohnya: malaikat, raja, peri, panglima, cinderella, superman dan lain-lain tanpa tujuan gaib. 
Yah, perayaan itu tampak berubah menjadi terlihat cute, namun terlepas tujuan kesenangan atau tidak, inti perayaan Halloween atau Samhain adalah  "Tradisi Merayakan Arwah dan Kegelapan".

























Anak-anak melakukan tindakan jahat saat Halloween

Pada perayaan ini, seringkali anak-anak melakukan tindakan jahat atau jahil. Beberapa tindakan lainnya adalah seperti menakut-nakutin orang lain, misalnya; membuat suara-suara mencekam, melempari orang atau rumah dengan telur, dan banyak lagi.

Praktik yang paling terkenal adalah "Trick or Treat" dimana anak-anak  akan datang mengetuk pintu dan bertanya dan meminta sesuatu, jika tidak diberikan maka siap-siap dengan tindakan jahil mereka. Sebaiknya sediakan permen di tangan Anda untuk memberikan hadiah kepada mereka. 


Tindakan kriminal pun bisa terjadi pada perayaan Halloween hingga pembunuhan. Mereka yang terlalu menyeramkan dan menakutkan justru bisa terancam nyawanya dan dianggap pantas untuk dihabisi para pembencinya.

Hal ini merupakan beberapa fakta buruk dalam perayaan Halloween. Namun, terlepas hanya untuk kesenangan atau meneruskan tradisi merayakan arwah dan kegelapan, tentunya tidak ada yang melarang. Yang terpenting adalah kenali perayaan itu terlebih dahulu dan tujuannya. Pilihan ada pada masing-masing. Bagi Anda yang tidak merayakannya dan sedang berada di salah satu negara tersebut, sebaiknya mencoba mengantisipasi hal-hal yang mungkin kurang menyenangkan bagi Anda.

1 comment:

  1. wahh mengerikan juga ya kak kalau sampai di bunuh seperti itu..

    ReplyDelete

Powered by Blogger.