Cantiknya Telaga Warna Dari Batu Ratapan Angin Dieng

Pesona Telaga Warna Dari Batu Ratapan Angin Dieng Plateu
Dieng...udah sering banget dengar tempat wisata ini dan mulai bikin penasaran dengan teman yang sering sebat sebut ngajak ngajuk ke tempat ini. Awalnya Gue sempat kepikiran, Achh, oke gak yah kalau Cerita Travel edisi kali ini akan berlanjut di Dieng? Mhhh.

Dannnn..!! emang Gue salah Men! Emang Dieng  adalah pilihan yang oke banget untuk menikmati alam sendiri sembari meratap, ehhh.. menatap pesona alam ini maksudnya. Anyway, kalau Kamu itu suka menjelajah alam nan sejuk , jangan buru-buru lah pengen ke luar negeri mulu, tengoklah keindahan negerimu sendiri yang menantimu memuja keindahan ciptaanNya di bumi pertiwimu. Dan Kamu akan terpana dengan keindahan alam dari Batu Ratapan Angin, Dieng.

Cerita Travel kali ini pun dimulai dengan berangkat dari Stasiun Gambir, Jakarta dengan menggunakan Kereta Api Eksekutif Taksaka tujuan Gambir - Purwokerto, Pkl 8.45 malam. Kenapa gak naik pesaawat? Kereta kali ini adalah pilihan yang paling pas bro, santai dan bisa menikmati waktu bersama teman-teman. Walau jauh, tapi kar'na perginya rame-rame, bikin perjalanan terasa lebih cepat.  Coba deh sekali-sekali naik kereta , with your family or your friends. Emang, butuh waktu 7 jam untuk sampai, tapi lu bakalan menikmati pengalaman lucu sepanjang perjalanan. Melihat teman-teman melawan kebosanan mereka dengan berbagai aksi-aksi kocak, cari momen foto in teman-teman yang lagi tidur untuk di bully di group, main game online, ngakak melihat teman elu baru bangun dan mau ke toilet sembari terhuyung-huyung, nyasar nyari toilet, plastik isi sendal yang mendarat di kepala temanmu, dan banyak hal-hal kocak lainnya, tentunya versi teman Kamu. Ada juga yang menikmati whatsapan loh sepanjang jalan, nonton video, lihat social media. Achh, agaknya perjalanan dengan Kereta sekarang makin oke dengan berbagai aktivitas yang bisa dikerjakan di sepanjang perjalanan.


Tiba di Purwokerto, Kami pun berangkat dengan bus menuju salah satu rumah teman bernama Wara untuk beristirahat sejenak. Keluarga, lingkungan dan rumah yang ramah menjadi salah satu kesan pertama perjalanan kali ini. Kami pun segera istirahat melepaskan penat 7 jam-an di perjalanan.

Ayam berkokok di pagi yang mulai terang membangunkan dari tidur yang nyenyak. Tidak ada suara alarm kali ini. Kami bangun, mandi, berkemas dan sarapan di halaman rumah, and we're  ready to go ..!

Hari pertama Cerita Travel dimulai dengan mengitari tempat wisata di Batu Raden dan Small World  dengan tiruan ikon wisata dunia. Lalu makan soto terkenal. Tapi kali ini Gue gak akan bercerita tentang tempat wisata ini. Nah, setelah kenyang, Kami pun pulang ke rumah dan malamnya menikmati keseruan bermain Werewolf yang memecah suasana malam pedesaan. 

Nah, hari kedua, setelah sarapan lezat, Kami pun bergegas berangkat menuju kawasan Dieng dan berencana akan menginap di Homestay di Sikunir malam itu. Jadi perjalanan kali ini adalah menikmati kawasan Dieng, Candi dan Kawah Sikidang yang kawahnya bagaikan air mendidih. Entar deh, Gue ceritain keseruan disini, sabar ya gaes. Dari Kawah Kami pun bergegas menuju Sikunir dan matahari pun sudah mulai bersembunyi. 

Hari mulai gelap, Kami pun tiba di Kawasan Bukit Sikunir, tempat Homestay berada. Sebenarnya objek wisata yang paling menarik dan terkenal di kawasan Sikunir adalah berburu Sunrise. Itu lah sebabnya, setiap pengunjung  yang memasuki kawasan ini dianggap akan mendaki gunung berburu sunrise dan harus membayar tiket masuk senilai Rp 25.000,-. Namun, Kami menjaminkan kepada Bapak penjaga bahwa kami tidak semua mendaki gunung, kami pun membayar tiket untuk teman yang berniat naik gunung saja.

Permainan WereWolf pun menggelegar malam ini, dan kelompok "Si Jahat" dalam permainan ini sering menjadi pemenang. Tampaknya semua teman-teman memainkan peranannya bgitu hebat. Ada bakat acting tampaknya semua. Dan permainan pun terhenti dan "Si Baik" akhirnya menang kali ini.

Grrrrr......!! Ternyata ungkapan negeri di atas awan itu tidak selembut judulnya. Setelah tawa permainan WereWolf terhenti,  Keheningan pun mulai terasa daaaann tiba-tiba dentuman demi dentuman angin gunung pun terdengar bergemuruh menerpa pintu-pintu kaca penginapan ini. Karena harus berangkat segera esok, Kami pun bergegas segera larut dalam dekapan selimut tebal di tengah dinginnya angin gunung yang mulai menusuk.

Pemandangan alam pegungunan di Bukit Sikunir
Sinar mentari pagi pun datang menghampiri, dan begitu hangat menyentuh tubuh dan aku beranjak dari tempat tidur melihat pemandangan apa di balik dentuman angin gunung tadi malam. Dannn...ini adalah pemandangan yang begitu indah ketika menatap alam pegunungan dengan perkebunan yang mengelilingi Danau berwarna hijau tampak begitu sempurna menyegarkan mata. Rasanya ingin berlama-lama disini.

Menikmati alam dari ruang pintu kaca pun rasanya tak puas. Lalu keluar menikmati keindahan langsung angin gunung yang dingin dan segar.


Namun, Kami pun segera bergegas untuk berangkat, karena pagi ini kami akan melihat pemandangan yang lebih indah lagi, yaitu alam pegunungan Telaga Warna dari Batu Ratapan Angin. Membayar tiket masuk Rp 10.000,- per orang, Cerita Travel pun dimulai dengan menaiki tangga-tangga yang sudah tersusun begitu rapi. Hanya berkisar 10 menit, Kami pun sudah tiba di Batu Ratapan.

Dan lihatlah....!!! Cantiknya Telaga Warna dari Batu Ratapan Dieng Plateu ini. Wahh........dari Batu Ratapan terlihat keindahan Telaga Warna, 2 Telaga dengan warna yang berbeda di kelilingin alam pengunungan tampak begitu indah, hijau, segar, dan tenang.  

Telaga Warna Dieng
But,  memang selalu  ada  harga yang harus dibayar untuk sebuah keindahan. Gue harus menghadapi terpaan angin  yang menghempas butiran debu pegungungan. But No Worry, cuma sekali-sekali kok, hanya saja kudu hati-hati dan be aware lah,  supaya mata tidak sampai iritasi.

Di dekat Baru Ratapan Angin, ada warung cukup besar dengan meja dan tempat duduknya tersusun rapi.  Hari yang cerah dengan udara dingin pun semakin lengkap dengan suguhan mie instan lezat ini.  Setelah puas menikmati cantiknya telaga warna dari batu ratapan angin ini, Kami pun bergegas turun karena ingin melihat seperti apa sih telaga warna dari dekat.

Kami pun berjalan mengitar pinggiran Telaga sembari mengabadikan momen keindahan telaga warna ini. Kalau untuk melihat secara keseluruhan, pemandangan telaga warna memang akan terasa memuaskan jika dilihat dari Batu Ratapan. Nah, panjang yah, cukup itu dulu Cerita Travel kali ini, Next, akan ada Kisah Petualangan Seru di Nusa Peninda dan 5 Jam Arung Jeram di Telaga Waja Bali yang takkan terlupakan. Ini Cerita Travelku menikmati Cantiknya Telaga Warna Dari Batu Ratapan Angin Dieng Plateu, Mana Ceritamu?


No comments:

Powered by Blogger.